JAKARTA - Perkembangan layanan perbankan berbasis agen semakin menunjukkan peran penting dalam memperluas akses keuangan masyarakat di Indonesia.
Di tengah upaya meningkatkan inklusi keuangan nasional, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan signifikan pada layanan Mandiri Agen di awal tahun 2026. Kinerja tersebut terlihat dari peningkatan nilai transaksi serta frekuensi penggunaan layanan oleh masyarakat di berbagai daerah.
Data terbaru menunjukkan bahwa transaksi melalui Mandiri Agen terus mengalami peningkatan seiring dengan semakin luasnya jangkauan layanan dan meningkatnya kepercayaan masyarakat. Layanan ini memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus datang langsung ke kantor cabang bank.
Keberadaan agen perbankan menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah yang belum memiliki akses perbankan secara langsung. Dengan memanfaatkan jaringan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Bank Mandiri dapat menghadirkan layanan keuangan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Selain memberikan kemudahan transaksi, program ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Para agen tidak hanya menjadi perantara layanan perbankan, tetapi juga berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi di lingkungannya.
Melalui strategi tersebut, Bank Mandiri terus memperkuat ekosistem layanan keuangan yang inklusif sekaligus mendukung transformasi digital di sektor perbankan.
Pertumbuhan Nilai dan Frekuensi Transaksi Mandiri Agen
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat nilai transaksi agen laku pandai (layanan keuangan tanpa kantor) atau Mandiri Agen tumbuh sebesar 89 persen year on year (yoy) hingga melampaui Rp3,5 triliun pada bulan pertama tahun 2026.
Adapun frekuensi transaksi Mandiri Agen pada periode yang sama meningkat 44 persen (yoy) menjadi 2,34 juta. Menurut perseroan, peningkatan frekuensi dan nilai transaksi ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Mandiri Agen.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa Mandiri Agen merupakan strategi utama perseroan dalam memperluas jangkauan ekosistem keuangan di luar jaringan kantor cabang.
Menurut dia, penguatan peran agen menjadi bagian dari transformasi digital Bank Mandiri dalam membangun keunggulan yang berkelanjutan melalui sinergi ekosistem layanan yang semakin solid.
“Program Mandiri Agen merupakan wujud kolaborasi erat kami bersama masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan," katanya.
Pada awal 2026, lanjutnya, seluruh indikator kinerja utama mencatatkan pertumbuhan positif yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis agen yang semakin merata hingga pelosok Indonesia.
Peran Mandiri Agen dalam Memperluas Akses Keuangan
Mandiri Agen merupakan layanan perbankan tanpa kantor dari Bank Mandiri yang bekerja sama dengan pelaku UMKM, untuk melayani berbagai transaksi perbankan dan layanan keuangan lainnya.
Kehadiran Mandiri Agen menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui Mandiri Agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, transfer dana, hingga pembayaran berbagai tagihan.
Selain itu, tersedia pula layanan pembukaan rekening tabungan serta akses informasi dan rujukan untuk kredit produktif segmen mikro.
Dengan berbagai layanan tersebut, masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses ke perbankan kini dapat memanfaatkan fasilitas keuangan secara lebih mudah dan cepat.
Peran agen juga sangat penting dalam membantu masyarakat memahami layanan perbankan, sehingga literasi keuangan dapat terus meningkat di berbagai wilayah.
Pertumbuhan Jaringan Agen dan Adopsi Digital
Jumlah Mandiri Agen tercatat meningkat 12 persen (yoy) hingga Januari 2026 mencapai 112.650 unit agen.
Pertumbuhan ini diiringi dengan akselerasi adopsi digitalisasi melalui aplikasi Mandiri Agen, dengan jumlah pengguna aktif meningkat 28 persen (yoy) menjadi 81.000 agen di awal tahun ini.
Untuk diketahui, aplikasi Mandiri Agen memiliki fitur transaksi yang lebih lengkap serta waktu proses yang lebih cepat daripada EDC Mini ATM, sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan.
Digitalisasi layanan tersebut menjadi salah satu langkah penting Bank Mandiri dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat.
Dengan sistem digital yang semakin terintegrasi, para agen dapat melayani transaksi dengan lebih cepat dan akurat. Hal ini pada akhirnya meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Mandiri Agen.
Kontribusi Mandiri Agen terhadap Inklusi Keuangan Nasional
Lebih lanjut, perseroan menyampaikan bahwa agen laku pandai turut berkontribusi nyata terhadap peningkatan inklusi keuangan nasional.
Hingga Januari 2026, Mandiri Agen telah memiliki 3,4 juta nasabah dengan total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp22,9 triliun.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa layanan berbasis agen mampu menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan formal.
Selain mempermudah transaksi, Mandiri Agen juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal. Keberadaan agen membantu masyarakat melakukan berbagai aktivitas keuangan yang mendukung kegiatan usaha dan kebutuhan sehari-hari.
Dengan semakin luasnya jaringan agen, peluang masyarakat untuk mengakses layanan keuangan juga semakin terbuka.
Strategi Bank Mandiri Mendorong Ekonomi Kerakyatan
Saptari pun menegaskan bahwa Mandiri Agen hadir sebagai garda terdepan dalam memperluas akses keuangan sekaligus menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi produktif pada masyarakat.
Dengan menghadirkan layanan yang mudah dijangkau, aman dan andal, perseroan memastikan setiap lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang.
Melalui penguatan jaringan agen, Bank Mandiri berharap dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Bank Mandiri juga berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi layanan yang dapat mendukung kebutuhan transaksi masyarakat yang semakin beragam.
Dengan dukungan teknologi digital dan jaringan agen yang terus berkembang, Mandiri Agen diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat inklusi keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.