PROYEK TOL

Jasa Marga Siapkan Rp12 Triliun untuk Dorong Lima Proyek Tol Baru Tahun Ini

Jasa Marga Siapkan Rp12 Triliun untuk Dorong Lima Proyek Tol Baru Tahun Ini
Jasa Marga Siapkan Rp12 Triliun untuk Dorong Lima Proyek Tol Baru Tahun Ini

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menegaskan komitmen mempercepat pembangunan sejumlah ruas jalan tol strategis pada tahun anggaran 2026 dengan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar sekitar Rp10 triliun sampai Rp12 triliun. Anggaran besar ini dimaksudkan untuk mendukung kelancaran pengerjaan lima proyek jalan tol utama yang ditargetkan beroperasi atau fungsional pada akhir tahun ini.

Strategi Investasi Capex 2026

Jasa Marga akan menggunakan anggaran capex tahun 2026 untuk mengakselerasi konstruksi lima ruas tol yang kini tengah dikerjakan secara bertahap. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyatakan bahwa total dana yang akan digunakan menyesuaikan dengan progres konstruksi masing-masing proyek di lapangan serta kondisi pembebasan lahan yang terus berlangsung.

Belanja modal ini akan disalurkan untuk memperkuat konektivitas jaringan jalan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan mobilitas dan ekonomi antardaerah. Perusahaan menilai bahwa infrastruktur tol yang tersebar di Pulau Jawa dan sekitarnya menjadi penggerak utama dalam mobilisasi barang dan jasa, serta menunjang arus transportasi umum masyarakat.

Kelima Proyek Prioritas Jalan Tol

Penetapan capex besar ini ditujukan untuk lima paket proyek jalan tol strategis yang merupakan bagian dari jaringan tol nasional. Kelimanya adalah: Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo, Jakarta–Cikampek II Selatan, serta Akses Patimban yang menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan jaringan jalan utama.

Proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, khususnya seksi Probolinggo–Besuki sepanjang hampir 50 kilometer, menjadi salah satu fokus utama karena ditargetkan dapat berfungsi untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026 di wilayah timur Pulau Jawa. Sementara itu, ruas tol lainnya ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarkota besar di Pulau Jawa serta memperlancar akses logistik nasional.

Penyelesaian konstruksi pada tiap ruas tol tersebut akan terus dipacu melalui pengendalian aktivitas konstruksi dan penyelesaian pembebasan lahan, yang menjadi faktor penting dalam mempercepat penyerapan anggaran capex.

Tantangan dan Penyesuaian Anggaran

Meskipun alokasi capex telah ditetapkan besar, realisasinya akan sangat bergantung pada progres konstruksi dan pembebasan lahan di lapangan. Rivan menyampaikan bahwa dinamika di lapangan, termasuk proses perizinan dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta stakeholder lain, turut mempengaruhi serapan dana investasi.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik tetapi juga perencanaan strategis yang matang agar setiap proyek dapat terselesaikan sesuai jadwal. Penyesuaian anggaran seiring progres proyek menjadi bagian dari strategi manajemen perusahaan dalam menyelaraskan investasi dengan kondisi aktual di lapangan.

Selain itu, sejumlah tantangan seperti pembebasan lahan, perizinan, serta izin lingkungan juga memerlukan koordinasi lintas instansi agar percepatan proyek dapat terus dilanjutkan tanpa hambatan signifikan.

Peran Infrastruktur Tol dalam Mobilitas Nasional

Pembangunan lima ruas tol baru tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat konektivitas antarkota besar, tetapi juga memberikan dampak luas bagi mobilitas masyarakat dan logistik. Dengan tersedianya jalan tol yang lebih banyak dan terhubung, waktu tempuh perjalanan antarkota diperkirakan dapat berkurang, sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang di wilayah yang dilalui.

Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur nasional yang menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi. Jaringan jalan tol yang lengkap dan fungsional diyakini akan memberikan efek ganda terhadap perekonomian daerah serta menambah daya tarik investasi di wilayah yang lebih luas.

Percepatan penyelesaian proyek jalan tol ini tercatat sebagai bagian dari agenda strategis Jasa Marga untuk memperkuat portofolio jaringan jalan tol yang dimiliki perusahaan sepanjang Pulau Jawa. Upaya ini sekaligus menandai peran perusahaan sebagai pengelola infrastruktur jalan tol terbesar di Indonesia yang terus berekspansi secara terencana.

Arah Ekspansi dan Prospek 2026

Rencana alokasi capex sebesar Rp12 triliun juga mencerminkan arah strategis perusahaan dalam menjaga kesinambungan ekspansi jaringan jalan tol sambil mempertahankan kesehatan finansial. Fokus investasi ke proyek-proyek yang terhubung dengan jaringan yang sudah ada diharapkan mampu meningkatkan volume lalu lintas secara organik sekaligus memberikan kontribusi pendapatan yang stabil di masa depan.

Manajemen Jasa Marga menegaskan bahwa pendekatan selektif dan terukur dalam pemilihan proyek tol baru akan menjadi kunci keberhasilan ekspansi tersebut. Strategi ini diambil untuk menciptakan sinergi operasional di seluruh jaringan jalan tol yang dimiliki oleh perseroan.

Dengan target penyelesaian berbagai ruas tol hingga akhir tahun 2026, Jasa Marga optimistis dapat memperluas jangkauan jaringan infrastruktur sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol di seluruh Indonesia. Terselenggaranya proyek-proyek ini sesuai dengan jadwal juga akan memperkuat daya saing infrastruktur negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Secara keseluruhan, komitmen investasi besar pada 2026 menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tol tetap menjadi prioritas utama perusahaan dan menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan konektivitas nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index