JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa Indonesia siap menjadi basis produksi global yang menarik bagi investor internasional.
Pernyataan ini disampaikannya di hadapan pengusaha Amerika Serikat dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC.
Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan berlokasi strategis. Selain itu, pemerintah menargetkan percepatan industrialisasi yang membuka berbagai peluang investasi baru.
“Kami sangat terbuka dengan investasi. Kami butuh investasi dan kami ingin lebih banyak investasi. Kami yakin bahwa kami kompetitif dan menarik,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya negara tujuan investasi, tetapi juga mitra strategis yang bisa menjadi pusat produksi bagi perusahaan global, khususnya untuk pasar Asia Tenggara dan sekitarnya.
Sumber Daya Alam Indonesia Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu poin utama yang disampaikan Prabowo adalah kekayaan sumber daya alam Indonesia, terutama mineral kritis yang menjadi bahan baku penting bagi teknologi masa depan. Ia menyebut cadangan nikel, tembaga, bauksit, dan tanah jarang yang strategis bagi industri global.
“Saya kira kami memiliki kekuatan di mineral kritis. Saya juga mendapat laporan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan tanah jarang terbesar di dunia,” tegas Prabowo.
Mineral-mineral tersebut menjadi komoditas penting untuk berbagai sektor, mulai dari kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga teknologi tinggi. Dengan demikian, Indonesia menawarkan peluang investasi yang tidak hanya berbasis bahan mentah, tetapi juga mendukung pengembangan industri hilir.
Prabowo menekankan bahwa kekayaan alam ini memberi peluang besar bagi investor global untuk menambah nilai produksi melalui hilirisasi dan pengolahan domestik, bukan sekadar ekspor bahan mentah.
Industrialisasi dan Hilirisasi Dorong Nilai Tambah
Selain kekayaan alam, pemerintah Indonesia fokus pada pengembangan industri hilir untuk menciptakan nilai tambah bagi investor. Prabowo menyoroti inisiatif Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang akan melaksanakan 18 proyek hilirisasi tahun 2026, termasuk pengolahan sampah menjadi energi senilai Rp50,4 triliun.
Langkah ini menunjukkan bahwa Indonesia menyediakan ekosistem yang lengkap untuk produksi global. Perusahaan asing bisa memanfaatkan bahan baku, fasilitas produksi, serta teknologi pendukung yang tersedia, sehingga Indonesia menjadi basis produksi yang efisien dan terintegrasi.
Prabowo berharap pengusaha AS tidak hanya melihat Indonesia sebagai tujuan investasi, tetapi juga sebagai mitra strategis untuk ekspansi produksi regional. Strategi ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan industri nasional sekaligus memperkuat ekonomi domestik.
Kepastian Regulasi dan Iklim Investasi
Dalam pertemuan itu, Prabowo menekankan kepastian regulasi sebagai faktor utama bagi investor global. Indonesia menjamin aturan hukum yang jelas, penegakan hukum konsisten, dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Bagi pemimpin bisnis, kepastian adalah hal paling utama. Tidak ada yang mau investasi di situasi atau atmosfer yang dipenuhi ketidakpastian, ketidakstabilan, atau bahkan kekacauan,” kata Prabowo.
Dengan pendekatan ini, investor dipastikan dapat menanam modal jangka panjang tanpa risiko regulasi yang membingungkan. Selain itu, kepastian hukum dan tata kelola yang baik akan mendorong transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri lokal.
Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah siap menyediakan insentif dan dukungan infrastruktur bagi perusahaan yang berinvestasi dalam proyek strategis, termasuk pengolahan mineral kritis, kendaraan listrik, dan energi terbarukan.
Indonesia Sebagai Mitra Strategis Asia Tenggara
Prabowo mengingatkan posisi strategis Indonesia di Asia Tenggara. Dengan skala ekonomi nasional yang besar dan akses ke pasar regional, Indonesia menjadi titik sentral bagi investor global yang ingin memperluas produksi dan distribusi.
“Indonesia memiliki peluang besar bagi investor global yang ingin membangun basis produksi. Kami siap mendukung dengan infrastruktur, sumber daya manusia, dan kebijakan yang ramah investasi,” tegasnya.
Dengan kombinasi sumber daya alam strategis, industrialisasi hilir, kepastian regulasi, dan posisi regional, Indonesia menjadi basis produksi global yang kompetitif. Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan minat investor asing, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi, inovasi industri, dan pembangunan berkelanjutan.
Langkah ini menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar tempat investasi jangka pendek, tetapi pusat produksi yang mampu bersaing di tingkat global, mendukung hilirisasi mineral, dan menjadi mitra strategis untuk ekspansi industri.
Dengan dukungan pemerintah, kepastian hukum, dan potensi sumber daya alam yang melimpah, Indonesia berada pada posisi yang ideal untuk menjadi basis produksi global pilihan perusahaan internasional.
Kombinasi ini diharapkan membawa pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.