KAI

KAI Yogyakarta Masih Sediakan 309 Ribu Tiket Lebaran 2026

KAI Yogyakarta Masih Sediakan 309 Ribu Tiket Lebaran 2026
KAI Yogyakarta Masih Sediakan 309 Ribu Tiket Lebaran 2026

JAKARTA - Momentum mudik Lebaran 2026 masih memberi peluang bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 309.938 tiket masih tersedia untuk periode angkutan Lebaran tahun ini.

Data tersebut dihimpun hingga 23 Februari 2026. Pada periode yang sama, total tiket yang disiapkan mencapai 519.692 lembar. Artinya, peluang mendapatkan kursi masih terbuka cukup lebar bagi calon penumpang yang ingin bepergian saat arus mudik maupun arus balik.

Ketersediaan ini menjadi kabar penting, khususnya bagi masyarakat yang belum menentukan jadwal perjalanan. Dengan jumlah sisa tiket yang masih signifikan, fleksibilitas tanggal keberangkatan tetap memungkinkan.

Capaian Penjualan Hingga Akhir Februari

Hingga 23 Februari 2026, sebanyak 209.754 tiket telah terjual. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 40 persen dari total kapasitas yang disediakan selama masa angkutan Lebaran.

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa angka penjualan itu menunjukkan minat masyarakat terus bergerak naik. Namun demikian, masih terdapat banyak kursi yang bisa dipesan pada berbagai relasi dan tanggal keberangkatan.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang belum merencanakan perjalanan sebaiknya segera memesan tiket. Ketersediaan kursi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti tren pembelian yang terus berjalan.

Feni juga mengingatkan agar calon penumpang memanfaatkan kanal resmi penjualan. Tiket dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun mitra resmi lainnya.

Tanggal Favorit dan Lonjakan Permintaan

Berdasarkan data sementara, Selasa, 24 Maret 2026 menjadi tanggal dengan pemesanan tertinggi. Pada tanggal tersebut, tercatat sebanyak 19.465 tiket telah dipesan oleh masyarakat.

Lonjakan juga mulai terlihat untuk keberangkatan Rabu, 18 Maret 2026. Periode tersebut diperkirakan menjadi awal peningkatan arus mudik sebelum puncak Lebaran.

Meski ada tanggal yang menjadi favorit, KAI menyebut masih banyak alternatif hari lain yang memiliki ketersediaan kursi cukup banyak. Masyarakat disarankan menyesuaikan jadwal perjalanan agar peluang mendapatkan tiket lebih besar.

Fleksibilitas waktu menjadi faktor penting dalam merencanakan perjalanan. Dengan memilih tanggal di luar puncak permintaan, calon penumpang dapat menghindari kepadatan sekaligus memperoleh pilihan kereta yang lebih variatif.

Kereta dengan Okupansi Tinggi

Sejumlah kereta api keberangkatan awal dari Daop 6 Yogyakarta mencatat okupansi lebih dari 50 persen. Beberapa di antaranya menjadi pilihan favorit masyarakat.

KA Sri Tanjung dengan relasi Stasiun Lempuyangan–Stasiun Ketapang termasuk yang diminati. Selain itu, KA Bengawan relasi Stasiun Purwosari–Stasiun Pasar Senen juga menunjukkan tingkat pemesanan yang tinggi.

KA Joglosemarkerto dengan rute lingkar Solo–Yogya–Purwokerto–Stasiun Semarang Tawang–Solo turut menjadi pilihan. Begitu pula KA Taksaka dengan relasi Stasiun Yogyakarta–Stasiun Gambir.

Kereta lain yang cukup diminati adalah KA Lodaya relasi Stasiun Solo Balapan–Stasiun Bandung. Relasi antarkota besar di Pulau Jawa masih menjadi magnet utama perjalanan Lebaran.

Tingginya okupansi pada kereta-kereta tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat terkonsentrasi pada jalur-jalur utama. Kota-kota besar tetap menjadi tujuan dominan selama musim mudik.

Tambahan Kereta untuk Antisipasi Lonjakan

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang, KAI Daop 6 Yogyakarta menyiapkan 10 kereta jarak jauh komersial tambahan. Tiket untuk layanan tambahan ini sudah dapat dipesan sejak 11 Februari 2026.

Beberapa di antaranya meliputi KA Sancaka (KA 88/87), KA Batavia (KA 7005/7006), serta dua rangkaian KA tambahan relasi Yogyakarta–Gambir dengan nomor KA 7007/7008 dan KA 7009/7010.

Selain itu, tersedia pula tambahan perjalanan dari Solo Balapan menuju Bandung dan Pasar Senen. Tambahan relasi dari Lempuyangan ke Pasar Senen juga disiapkan guna memperluas kapasitas angkut.

Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan kursi tetap memadai pada periode puncak. Dengan tambahan rangkaian, masyarakat memiliki lebih banyak alternatif perjalanan.

KAI berharap upaya tersebut mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas selama arus mudik dan balik. Terlebih, tren pemesanan diperkirakan terus meningkat mendekati hari raya.

Imbauan bagi Calon Penumpang

Dengan sisa lebih dari 309 ribu tiket, masyarakat masih memiliki kesempatan merencanakan perjalanan secara optimal. Namun, KAI mengingatkan agar tidak menunda pembelian terlalu lama.

Ketersediaan kursi dapat berubah cepat seiring meningkatnya transaksi harian. Pemantauan rutin melalui aplikasi atau situs resmi sangat disarankan.

Perencanaan yang matang akan membantu perjalanan lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan jadwal favorit. Dengan strategi pemesanan yang tepat, perjalanan Lebaran 2026 dapat berlangsung lancar dan sesuai rencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index